English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Singo
SELAMAT TEKA NANG BLOG BERITA UPTODATE, SEMOGA INFO KARO BERITANE BISA NAMBAH WAWASAN KOE2 PADA

Senin, 29 November 2010

Korelasi UN-SNMPTN Sangat Rendah

BANDAR LAMPUNG (Berita Uptodate): Keinginan pemerintah mengintegrasikan hasil ujian nasional dengan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tampaknya tidak berjalan mulus. Kerena korelasi antara keduanya sangat rendah.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila) Hasriadi Mat Akin menyatakan hal itu, Senin (22-11), mengomentari Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh, di Jakarta, akhir pekan lalu.
M. Nuh mengatakan pemerintah masih terus berupaya agar ujian nasional SMA/SMK/MA tetap bisa terintegrasi dengan SNMPTN. Untuk itu, pemerintah bersama DPR segera memutuskan bentuk baru pelaksanaan UN 2011.
Menurut Hasriadi, kajian ilmiah yang dilakukan beberapa perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Surabaya (ITS), baru baru ini, menunjukkan rendahnya keterkaitan antara hasil UN dan hasil SNMPTN.
Kajian ilmiah ini, kata salah satu guru besar Fakultas Pertanian Unila itu, menunjukkan masih rendahnya persentasi mereka yang lulus UN, tapi juga lulus SNMPTN. "Banyak yang lulus UN, tapi gagal lulus SNMPTN," kata dia.
Dengan demikian, Hasriadi menegaskan hasil UN saat ini sangat sulit diterima perguruan tinggi sebagai salah satu pertimbangan untuk menerima mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. "Hasil UN baru bisa diintegrasikan dalam penilaian SNMPTN jika korelasi hasil UN dan SNMPTN sudah sangat tinggi," kata dia.
Namun, ia menambahkan meskipun belum bisa diintegrasikan dalam penerimaan SNMPTN, hasil UN masih bisa diakomodasi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru lainnya, terutama penerimaan mahasiswa baru yang bersifat otonomi, seperti penelusuran kemampaun akademik dan bakat (PKAB), penelusuran bibit unggul daerah (PBUD) maupun ujian masuk lokal.
Mengenai wacana pengintegrasian antarjenjang pendidikan di Indonesia, Hasriadi mengatakan setuju. Tapi, menurut dia, pengintegrasian itu jangan dinilai sebatas pada sistem penerimaan antarjenjang pendidikan saja.
"Yang harus dipikirkan pemerintah adalah pengintegrasian antara jenjang pendidikan yang lebih luas dan lebih dalam lagi terkait dengan persoalan kurikulum, visi misi pendidikan, seperti konsep pendidikan berkarakter, tema-tema seperti inilah yang harus dirembukkan secara nasional kemudian di integrasikan," kata dia.
Ia mengatakan pengintegrasian antarnilai hasil UN terhadap penilaian SNMPTN sangat sulit dilakukan selain korelasi yang masih sangat rendah. Keterbatasan jumlah perguruan tinggi dan jumlah lulusan UN menjadi kendala jika nilai UN dapa diterima secara penuh.
"Daya tampung Unila saja per tahun hanya sekitar 5.000 mahasiswa, sedangkan peserta UN, baik SMA maupun SMK dan MA di Provinsi Lampung mencapai 60 ribu siswa. Jadi, hanya akan ada 5.000 yang diterima dan 55 ribu siswa yang ditolak dalam tes SNMPTN di Unila," kata dia.
Secara konsep dan tujuan antara UN dan SNMPTN, menurut Hasriadi, juga berbeda. UN untuk menilai kompetensi siswa berdasar standar nasional yang ditetapkan pemerintah. Sementara SNMPTN berfungsi untuk menyeleksi mana yang mampu menjadi mahasiswa dan mana yang tidak. www.tips-fb.com

0 komentar:

Posting Komentar

Free Download Film Panas

 
Pantau Jalur Mudik Lebaran paling Update di sini