English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Singo
SELAMAT TEKA NANG BLOG BERITA UPTODATE, SEMOGA INFO KARO BERITANE BISA NAMBAH WAWASAN KOE2 PADA

Wisata Lampung Bendungan Batutegi

Bendungan Batutegi terletak di Kabupaten Tanggamus, Lampung bendungan yang dibangun dengan dan dari APBN dan batuan Japan Bank For International Coorperation (JBIC)...

Gunakan Bocoran Langsung Dianulir

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menegaskan, pihaknya tidak akan menolerir apabila adanya kebocoran soal ujian nasional. Siswa yang tertangkap tangan mendapatkan bocoran soal tidak bisa mengikuti ujian ulangan dan langsung dianulir...

Wisata Lampung Menara Siger

Merupakan icon Lampung dan sebagai titik nol jalan lintas Sumatera (pintu gerbang Pulau Sumatera). Dengan bentuk architecture crawn yang indah berwarna kuning, menara ini dapat dilihat dari jauh ketika kapal akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni baik pagi maupun malam hari dengan lampu sorot dan sekaligus..

Wisata Lampung Kalianda Resort

Kalianda Resort adalah salah satu lokasi wisata pantai yang dikelola Krakatau Lampung Tourism Development Corporation (KLTDC) di Merak Belantung, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan kini tengah melakukan renovasi untuk membenahi berbagai fasilitasnya...

Briptu Norman Pindah ke Jakarta

Anggota Brimob Polda Gorontalo Briptu Norman Kamaru terus menuai apresiasi atas aksi menyanyinya yang tersebar luas melalui YouTube. Tak hanya mendapatkan tawaran rekaman, Norman juga menerima beasiswa untuk menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Jakarta, secara gratis. Dengan banyaknya tawaran yang datang, muncul kabar bahwa ia akan dipindahtugaskan ke Jakarta...

Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

Sriwijaya Tergelincir, Bandara Supadio Ditutup Sementara

JAKARTA, Berita Uptodate  - Menyusul tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air, Bandara Sapadio, Pontianak ditutup untuk sementara. Pesawat Sriwijaya Air SJ 188 jenis 737-400 Reg PKCJV tergelincir saat landing di Bandara Supadio Pontianak, pada Jumat (1/6/2012) pukul 12.35 ini.
Saat mendarat, landasan pacu diguyur hujan lebat dan angin. Boeing itu mendarat dari arah runway 15, pesawat tergelincir ke sisi kiri runway. Nose wheel patah, landing gear masuk tanah, engine menempel ke tanah.
Saat dihubungi, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II Hari Cahyono membenarkan kejadian itu. "Untuk sementara Bandara Supadio ditutup," ujar Hari. Seluruh penumpang dan kru, selamat dalam kejadian itu.
Ada 163 penumpang termasuk 2 anak anak dan 1 bayi, 4 kru, 4 pramugari dan 2 pramugara. Boeing naas itu dipiloti Capt Yohanes dengan kopilot Fabian W. "Sebelum Sriwijaya Air mendarat, sebelumnya ada 12 penerbangan yang seluruhnya mendarat dengan selamat," ujar Hari.
Oleh karena ditutupnya runway Supadio, sebuah pesawat Boieng Lion Air pun return to base (RTB) kembali ke Soekarno-Hatta.
www.tips-fb.com

Rabu, 11 April 2012

Tsunami Mini terjadi di Nias, Meulaboh, dan Sabang

Bandar Lampung, Berita Uptodate — Sebanyak 14 gempa bumi yang melanda wilayah Aceh dan sekitarnya, Rabu (11/4/2012), diikuti tsunami mini. Tak kurang tiga tsunami mini terjadi di Lahewa (Nias Utara), Meulaboh, dan Sabang.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho pada jumpa pers di kantor BNPB, Jakarta, Rabu malam.
"Pada pukul 17.00 terdeteksi tsunami di Sabang setinggi 0,06 meter dan pada pukul 17.04 di Meulaboh setinggi 0,8 meter," kata Sutopo mengutip data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, tsunami yang terjadi ini di Lahewa setinggi 1 meter.
Ketika ditanya soal potensi gempa yang lebih tinggi, Sutopo mengatakan, pihaknya terus melakukan analisis.
www.tips-fb.com

Warga Calang Menginap di Gunung

Bandar Lampung, Berita Uptodate — Warga Calang, Aceh Jaya, mengungsi ke Gunung Keutapang dan Gunung Carak begitu gempa berkekuatan 8,5 skala Richter terjadi, Rabu (11/4/2012) sore. Malam ini, warga memilih menginap di gunung karena khawatir tsunami terjadi jika ada gempa susulan.  
Warga kembali ke gunung begitu ada gempa susulan. - Novita Apriliana
Warga Calang, Novita Apriliana, yang dihubungi dari Jakarta, menuturkan, dia sedang bekerja di Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya di Kuala Meurisi. Novita bersama warga setempat kemudian lari ke Gunung Keutapang di dekat Markas Komando Distrik Militer (Kodim) Aceh Jaya dan bertahan di sana selama satu jam.  
"Warga kembali ke gunung begitu ada gempa susulan. Kami berencana menginap di rumah keluarga di Gunung Carak malam ini. Rata-rata warga Calang belum pulang ke rumah," ujar Novita.  
Calang adalah ibu kota Aceh Jaya yang diapit Samudra Hindia dan pegunungan. Kota itu luluh lantak saat tsunami pada 26 Desember 2004. Hal itu membuat warga trauma sehingga mereka langsung meninggalkan kota menuju pegunungan begitu gempa terjadi.
Kepanikan juga dialami Taufik Yanizar, warga Meulaboh, Aceh Barat. Taufik mengatakan, dia langsung mengevakuasi keluarga dari Meulaboh ke Kecamatan Kaway XVI, yang merupakan kawasan pegunungan.  
Warga Meulaboh lainnya, Sudirman, sedang mengendarai mobil dari Banda Aceh menuju Meulaboh. Dia berada di Kecamatan Lhong, Aceh Besar, yang berlokasi di tepi Samudra Hindia, saat gempa terjadi.
Sudirman langsung kembali, tetapi terjebak kemacetan lalu lintas di Jalan Teuku Umar sejak kawasan Ajun Jeumpit, Banda Aceh. Saat berbelok ke jalan lingkar dari kawasan Lamteumen menuju Lampeneurut, Banda Aceh, arus lalu lintas sudah semakin padat.   
"Saya berjalan kaki sampai simpang Terminal Batoh. Sekarang, arus lalu lintas sudah lancar di kawasan Sibreh, tetapi listrik masih padam," ujar Sudirman, Rabu malam ini.  
Warga Langsa, Sosiawan (59), juga mengaku sempat kesulitan menghubungi telepon seluler putrinya, Ayu Konela (24), di Banda Aceh. Akses komunikasi ke Banda Aceh baru pulih sekitar 1,5 jam kemudian sehingga Sosiawan bisa mengetahui kondisi keluarga.   
"Memang tidak ada kabar kerusakan fisik yang parah. Tetapi, warga panik dan banyak yang mengungsi ke tempat lebih tinggi," ujar Sosiawan yang dihubungi lewat telepon.  
Di Lhokseumawe, warga juga panik pascagempa. Menurut warga Lhokseumawe, Igemuri, warga langsung berhenti bekerja dan kembali ke rumah melihat keluarga mereka.
www.tips-fb.com

Pusat Gempa Aceh di Luar Zona Subduksi

JAKARTA, Berita Uptodate - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) baru saja memberitahukan bahwa gempa mengguncang Aceh pada Rabu (11/4/2012) pukul 15.38 WIB dan berpotensi tsunami. 

Eko Yulianto, pakar geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan bahwa berdasarkan pantauan terakhir magnitud gempa adalah 8,7. 

Pusat gempa ada pada di 2.31 Lintang Utara (LU), 92,67 Bujur Timur (BT) atau sekitar 146 Barat Daya Simeulue Aceh dengan kedalaman 10 sekitar kilometer.

"Pusat gempa berjarak sekitar 500 km dari Sumatera. Lokasinya di luar zona pertemuan lempeng atau subduksi," kata Eko saat dihubungi Kompas.com, Rabu hari ini. 

Sementara, pakar kegempaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, menuturkan bahwa pusat gempa berada di sisi barat zona subduksi, artinya menjauhi lokasi daratan Sumatera.

Dengan jarak episentrum 500 km, kalau memang terjadi tsunami, maka tsunami akan tiba dalam waktu kurang dari 1 jam. Selang waktu dari gempa hingga terbitnya berita ini sudah lebih dari 1 jam. Hingga kini, kondisi di Aceh belum diketahui. 

Eko menghimbau masyarakat Aceh untuk tetap waspada dan segera melakukan evakuasi dengan pergi ke tempat yang lebih tinggi. Belum diketahui besarnya tsunami yang mungkin terjadi.
www.tips-fb.com

Peringatan Tsunami Belum Dicabut – Gempa Aceh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengimbau warga di Pulau Sumatera yang merasakan gempa bumi kuat untuk tetap waspada terhadap tsunami. Peringatan tsunami belum dicabut.Kepala BMKG Sri Woro B Harijono di Jakarta, Rabu (11/4/2012), mengatakan, peringatan dini tsunami yang dikeluarkan terkait gempa bumi berkekuatan 8,5 skala Richter (SR) baru akan dicabut sekitar dua jam setelah gempa. Gempa bumi tersebut berpusat di 2.3 Lintang Utara, 92.6 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di Simeulue,  Aceh.
www.tips-fb.com

Rabu, 30 November 2011

Inilah 18 Korban Tewas Ambruknya Jembatan Kartanegara

Jembatan Mahakam yang melintasi Sungai Mahakam dan membentang antara Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Sabtu (26/11/2011) sore runtuh. Jembatan yang dibangun tahun 1995 dengan panjang total 710 meter tersebut merupakan salah satu penghubung penting jalur lintas darat Tenggarong dengan Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.
TENGGARONG, KOMPAS.com - Identitas lima jasad korban ambruknya Jembatan Kartanegara yang semula sulit diidentifikasi karena telah rusak, kini telah terungkap. Dengan demikian, seluruh korban tewas yang berjumlah 18 jenasah yang telah ditemukan hingga Selasa (29/11/2011) kemarin,  telah berhasil berhasil diidentifikasi.

Berikut data 18 korban tewas yang sudah teridentifikasi:
1.  M. Fariuz, laki-laki, 22, Jalan Danau Aji Tenggarong
2.  Agus, laki-laki, 25, Gang Wakab Tenggarong
3.  Alisyah, perempuan, 6 bulan Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong.
4.  Fadlan, laki-laki, 17, Desa Jongkang Tenggarong Seberang
5.  Iskandar alias Kondoy, laki-laki, 35, Kelurahan Timbau Tenggarong
6.  Samsul, laki-laki, 24, Tenggarong Seberang
7.  Supriyadi, laki-laki, 31, MT. Haryono, Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong
8.  Huzairi, laki-laki, 40, warga Samarinda Perumahan Puri Sungai Kapih
9.  Erli Erlianah, perempuan, 39, Jalan Seluang Tenggarong
10 Alisha, perempuan, 9, Jalan Jend Ahmad Yani Loa Kulu
11. Rusmini, perempuan, 30, Loa Kulu
12. Robiansyah, laki-laki, Teluk Dalam
13. Aldi, laki-laki, 12, Loa Kulu.
14. Awang Muhammad Ery Doli, laki-laki, Sukorame Tenggarong
15. Didi Tranggono, laki-laki, Tenggarong
16. Jayuz, laki-laki, Bukit Biru Tenggarong
17. Wa Tilah Tri Warni, perempuan, Marangkayu
18. Murdiono, laki-laki, Marangkayu
www.tips-fb.com

Sabtu, 16 Juli 2011

Sulawesi Utara, Gunung Lokon Meletus

Gunung Lokon yang berada di kawasan Kota Tomohon, Sulawesi Utara meletus pada Kamis (14/7/2011) tengah malam.

Berita Uptodate — Kementerian Perhubungan kembali menerbitkan notice to airman(notam) terkait meletusnya Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara. Sebab, pada Jumat (15/7/2011), ketinggian abu vulkanik telah mencapai 150.000 feet dari sebelumnya 50.000 feet. Pada intinya, semua penerbangan yang melewati kawasan tersebut harus berhati-hati, bahkan menghindar. 
Hal tersebut dinyatakan dalam notam Nomor A0945/11. Sebelumnya, Senin, diterbitkan notam officeDitjen Perhubungan Udara Nomor A0920/11. Dalam notam, zona berbahaya dari letusan gunung tersebut adalah 10 nautical mile, sekitar 18,52 km dari Gunung Lokon. Pengaruh debu vulkanik Gunung Lokon pada Ashtam Nomor 0032 /11 adalah oranye yang berarti semua penerbangan yang melewati kawasan tersebut harus siaga. 
"Kementerian Perhubungan akan selalu memantau Gunung Lokon untuk memberi peringatan terhadap keselamatan penerbangan kita," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, Jumat siang. 
Peningkatan status pada notam tersebut sebagai tindak lanjut peristiwa pada Kamis pukul 22.45, di mana terjadi letusan besar Gunung Lokon dengan lontaran material pijar, pasir, dan menyebabkan kebakaran hutan di sekeliling gunung. Sebelumnya, Gunung Lokon meletus dua kali, yaitu pada Senin (11/7/2011) pukul 00.39 Wita dan 00.50 Wita. Saat ini status Gunung Lokon ditingkatkan dari level Waspada (III) menjadi Awas (IV). Sebelumnya, Gunung Lokon menyemburkan abu vulkanik pada Rabu (23/3/2011).
Semburan Gunung Lokon (1.689 meter di atas permukaan laut) sempat mencapai Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Keduanya berjarak 30 kilometer dari Tomohon, tempat gunung itu berada.
www.tips-fb.com

Senin, 30 Mei 2011

Liwa Diguncang Gempa Berkekuatan 6.3 Skala Richter

LIWA, Berita Uptodate - Gempa berkekuatan 6,3 skala ricter (SR) mengguncang sebagian daerah di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sekitar pukul 07.00 WIB, kemarin (29/5).
Pihak Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, pusat gempa itu berada pada kedalaman 10 kilometer atau sekitar 119 kilometer Barat Darat Daya Krui.
Kendati tidak menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan berarti, namun guncangan itu dirasakan hampir merata di daerah Lambar. Masyarakat pun panik. Mereka berhamburan keluar rumah karena takut akan kembali terjadi peristiwa gempa dahsyat di tahun 1933 dan 1994 yang pernah menewaskan ratusan jiwa.
Salah seorang warga Kelurahan Pasar Liwa Kecamatan Balik Bukit Lukmansyah mengakui guncangan gempa yang terjadi pada malam hari tersebut sempat membuat dirinya dan keluarga panik. Apalagi guncangan gempa datang secara tiba-tiba dan terasa cukup kuat.
    "Saya sontak bangun dan keluar rumah ketika merasakan guncangan tadi malam, sama halnya dengan para tetangga lainnya," terang Lukmansyah ketika diminta komentarnya terkait guncangan gempa tersebut, kemarin.
    Diakuinya, mayoritas masyarakat di daerah tersebut hingga saat ini masih trauma akibat gempa yang terjadi pada tahun 1994 silam yang selain menewaskan ratusan korban jiwa juga berdampak terhadap kerusakan rumah dan fasilitas umum.
    Hal itulah yang membuat dirinya spontan langsung melarikan diri untuk mencari tempat yang aman guna berlindung pada setiap terjadinya gempa.
    Terlebih, kata dia, gempa kali ini dirasa sedikit berbeda dengan gempa-gempa ringan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Perbedaan ini lah yang membuat masyarakat langsung berhamburan keluar rumah saat kejadian.
    "Kalau yang biasa-biasa tidak terlalu kuat guncangannya sehingga tidak begitu menimbulkan kepanikan. Namun untuk kali ini lebih kuat dari gempa biasa yang kerap terjadi," ujarnya.
    Meskipun daerah Lambar tercatat sebagai daerah yang rawan terjadi gempa bumi namun berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan dengan konstruksi beton masih mendominasi rumah-rumah milik masyarakat di Lambar.
    Padahal pada tahun 1994 silam korban meninggal akibat gempa bumi yang terjadi pada waktu itu dipicu oleh reruntuhan beton rumah milik masyarakat.
    Berdasarkan pantauan sementara di lapangan, tidak ada korban jiwa dan kerusakan gedung yang berarti akibat gempa yang diketahui berada pada lokasi 6.01 Lintang Selatan dan 103.24 Bujur Timur itu.
Sumber: Rakyat Lampung
www.tips-fb.com

Minggu, 29 Mei 2011

Aksi 5 Tahun Lumpur Lapindo

Ilustrasi -- Para aktivis Sahabat Lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta bersama Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menggelar unjuk rasa memperingati empat tahun semburan Lumpur Lapindo, Sidoarjo, di Yogyakarta, Sabtu (29/5/2010). Mereka menuntut pemulihan hak-hak sosial, ekonomi, politik, budaya, pendidikan, kesehatan dan religiusitas masyarakat korban bencana lumpur Lapindo
SIDOARJO, BERITA UPTODATE - Ratusan korban lumpur Lapindo di Kecamatan Porong dan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memperingati lima tahun semburan lumpur di lokasi tanggul lumpur, Minggu (29/5/2011). Aksi ini diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa. Korban lumpur dari berbagai desa itu berdatangan ke tanggul sejak pagi tadi. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan dan ungkapan hati mereka selama lima tahun menjadi korban semburan lumpur.

Beberapa spanduk itu bertuliskan, "Tambak Kami Jadi Rusak", "Adili Lapindo, Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lumpur", "Tutup Semburan Lumpur", "5 Tahun Tidak Tuntas, Presiden Gagal" dan sebagainya.

Panitia peringatan lima tahun lumpur Lapindo KH Abdul Fatah mengatakan, korban lumpur baik yang berada di dalam peta maupun di luar peta terdampak sudah menderita selama lima tahun terakhir. Kondisi itu terjadi karena pemerintah tidak tegas dalam melindungi warganya. 

"Kami korban lumpur memohon ketegasan pemerintah agar semua ini segera diselesaikan. Jangan sampai Presiden kalah sama pengusaha," katanya. 

Peringatan lima tahun lumpur Lapindo ini diisi dengan orasi korban lumpur, serta pentas seni oleh anak-anak dan remaja yang mengekspresikan perasaan mereka sebagai korban.
www.tips-fb.com

Rabu, 20 April 2011

Inilah Pengalaman Bintang Porno Jepang Saat Tsunami

Pemain film porno dari Jepang Sora Aoi

Bintang porno asal Jepang Sora Aoi mengaku tak bisa melupakan gempa bermagnitud 8,9 disusul gelombang tsunami yang menghantam negaranya pada 11 Maret 2011.
Ketika bencana maha dahsyat itu terjadi, Aoi baru saja merampungkan shooting film Suster Keramas 2 yang dibintanginya. "Untuk shootingsaya lakukan sebelum gempa. Setelah shooting,saya kembali ke Jepang, kira-kira seminggu baru terjadi gempa," cerita pemeran karakter Sachiko itu dalam jumpa pers film Suster Keramas 2,di XXI FX Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2011).
Meskipun jauh dari Tohoku, Aoi yang kebetulan berada di Tokyo, tak bisa menghindar dari guncangan gempa yang akhirnya meratakan sebagian kota di Jepang. "Kalau di Tokyo itu gempanya terasa sekali, mungkin seumur hidup ini gempa yang sangat besar sekali. Kebetulan saat itu ada di Tokyo," ujar perempuan kelahiran Jepang 11 November 1983 itu dalam bahasa Jepang dan diterjemahkan seorang penterjemah.  
www.tips-fb.com

Minggu, 17 April 2011

Badai Tornado Tewaskan 18 Orang

Kerusakan akibat Tornado di Oklahoma, Amerika Serikat, 15 April 2011.

Carolina - Berita Uptodate: Badai Tornado yang melanda wilayah Carolina pada Sabtu sore (16/4/2011), telah menghacurkan kota dan menelan korban jiwa hingga 18 orang. Badai yang melandan wilayah bagian selatan Amerika Serikat terjadi selama tiga hari belakangan ini.

Daerah di sebelah selatan pusat kota Raleigh hancur berantakan, tiang telepon roboh, tiang listrik tumbang, puing atap dan pecahan kaca bertebaran di mana-mana.Bryan, montir toko ban di Raleigh, North Carolina, mengatakan, ia berlindung di truknya sementara beberapa rekan kerjanya berlindung di ruang dalam saat topan menerjang. "Suasanya mengerikan. Saya melihat atap bergetar, lalu mulai terlepas dan hilang di bawa topan," kata Bryan.
Menurut badan pelayanan darurat Bladen County, dilaporkan satu orang tewas akibat topan yang melanda wilayah sebelah utara Elizabethtown, North Carolina.
"Enam orang cedera ketika tornado menerjang Berkeley County, South Carolina, National Weather Service," katanya.
Petugas layanan tersebut mengatakan sebagian rumah mobil terbalik di Lee County, North Carolina, akibat terpaan angin kencang.
Namun, petugas meteorologi setempat melaporkan, kekuatan topan itu mulai turun saat mendekati pantai.
Di Ray Price Harley-Davidson di Raleigh, sebanyak 500 orang telah meninggalkan acara terbuka musim panas toko tersebut sebelum topan menerjang sekitar pukul 16:00 waktu setempat.
"Kami sangat beruntung. Suara topan seperti deru kereta yang melaju mendekati kita. Angin mengarah ke sini, namun tiba-tiba berubah arah," kata Dave Hushek, manajer HD Ray Price, di Raleigh.
Topan itu telah menimbulkan kerusakan besar dari Oklahoma hingga wilayah South Carolina pada Jumat dan terus bergerak menuju East Coast pada Sabtu.
Pada Jumat, tujuh orang tewas di Alabama, tujuh di Arkansas dan satu di Mississippi. Dua orang tewas pada Kamis malam, ketika tornado menghancurkan bangunan di Tushka, Oklahoma.
www.tips-fb.com

Senin, 04 April 2011

Gempa Cilacap Memperparah Kebakaran Tangki Minyak Kilang Pertamina

Tangki minyak kilang Pertamina RU IV Cilacap yang terbakar 
Dua musibah beruntun menimpa Kota Cilacap, Jawa Tengah. Pada Sabtu 1 April 2011 pukul 05.00 WIB, sebuah tangki di Kilang Minyak Pertamina RU IV Cilacap meledak dan menjalar ke dua tangki lainnya. Sementara dini hari tadi, pukul 03.06 WIB, giliran gempa 7,1 skala Richter mengguncang. Tsunami mengancam.

Kepanikan melanda kota yang dikelilingi laut itu. Warga yang panik mengungsi ke wilayah utara, menjauhi bibir pantai. Gempa juga sempat memengaruhi upaya pemadaman di kilang.

"Tadi kami meningkatkan kewaspadaan, teman-teman di lapangan waspada, apabila dimungkinkan ada eskalasi (tsunami)," kata VP Corporate Communication, Mochamad Harun saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 4 April 2011.

Meski demikian, kata Harun, upaya pemadaman terus dilakukan. Sementara, unit-unit lain juga melakukan tugasnya. "Kami punya pendeteksi untuk hal-hal demikian. Kondisi kilang tak terganggu dan tidak terpengaruh," tambah dia. Gempa juga tak membuat kondisi tangki yang terbakar makin parah.

Diceritakan Harun, setelah ancaman tsunami berakhir, upaya pemadaman semakin ditingkatkan. Petugas terus menyemprot tiga tangki yang terbakar, sembari mengamankan yang lain dari jilatan api.

"Dua tangki yang padam 31 T-2 dan 31 T-3 terus dilakukan karena masih ada percikan api. Sementara tangki 31 T-7 masih dilakukan upaya pendinginan."

Gempa 7,1 skala Richter mengguncang Cilacap pukul 03.06 WIB. Pusat gempa berada di  kedalaman 10 kilometer di 293 km Barat Daya Cilacap atau 10.01  Lintang Selatan (LS) dan 107.69 Bujur Timur (BT). 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut ancaman tsunami 1,5 jam paska gempa, tepatnya pukul 04.45 WIB. 
www.tips-fb.com

Gempa Cilacap Berada Di Kedalaman 10 Km

Gempa yang getarannya bisa dirasakan di Jakarta, Tasik, Bandung dan Yogyakarta, menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, berkekuatan 7,1 skala Richter. Gempa itu mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (4/4/2011) pukul 03.06 WIB.
BMKG juga menyebutkan gempa yang berpotensi tsunami itu berada di kedalaman 10 kilometer dengan lokasi 10,01 derajat Lintang Selatan dan 107,69 derajat Bujur Timur. Getaran gempa berlangsung sekitar dua menit.
www.tips-fb.com

Sabtu, 26 Maret 2011

Tebing Lereng Gunung Wilis Longsor

Sejumlah tebing di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, longsor dan mengakibatkan sebuah rumah penduduk ambruk, dua rumah lainnya kehilangan dapur, dan tertutupnya akses jalan utama antarkecamatan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, selain menyebabkan kerugian materi, sedikitnya 750 keluarga terisolasi.
Rumah yang ambruk milik keluarga Daryanto. Adapun dua rumah yang kehilangan dapur adalah milik keluarga Juari dan Darmolono. Keluarga Daryanto terpaksa mengungsi ke rumah orangtuanya yang berada satu desa.
Di samping kehilangan rumah yang rata dengan tanah, Daryanto juga kehilangan satu ekor sapi dan tiga ekor kambing. Semua mati akibat tertimbun material longsor.
"Waktu longsor, keluarga saya sudah saya suruh ngungsi semua. Waktu itu, saya lupa sapi sama kambing masih di kandang. Lha buru-buru lari, takut kena longsor jadi tidak ingat sama sapinya. Yang penting keluarga selamat dulu," ujar Daryanto, saat ditemui di lokasi, Sabtu (26/3/2011).
www.tips-fb.com

Selasa, 22 Maret 2011

Gempa Tektonik Magnitude 4,2 Guncang Kota Palu

Peta Sulawesi Tengah

Gempa bumi tektonik magnitude 4,2 terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/3/2011) pukul 19.49 WITA.

Laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tidak berpotensi tsunami berlokasi di 0,62 Lintang Selatan dan 119,79 Bujur Timur.

Gempa ringan itu terjadi di 30 km Barat Laut dari Kota Palu dengan kedalaman 10 km. Sejumlah warga mengaku tidak merasakan getaran gempa karena kejadiannya tidak sampai lima detik.

Kota Palu dan daerah Sulawesi lainnya sering dilanda gempa bumi karena wilayah ini dilalui sesar Palu Koro yang panjangnya mencapai 1.000 kilometer.
www.tips-fb.com

Minggu, 20 Maret 2011

Jawa Barat Diguncang Gempa 5,3 SR

Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala Richter mengguncang sejumlah kawasan di Jawa Barat bagian selatan, Minggu (20/3/2011). Gempa bumi yang berpusat di 113 kilometer barat daya Sukabumi dengan kedalaman 10 kilometer itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB.

"Gempa dirasakan di wilayah Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur," kata Pepen Efendi, Petugas BMKG Bandung, Minggu pagi.

Tidak dilaporkan adanya kerusakan dari gempa bumi ini. Meski demikian, goyangannya sempat dirasakan warga di kawasan Jawa Barat bagian selatan. Pepen menyebutkan, sumber gempa merupakan lokasi tumbukan lempeng Indoaustronesia dengan lempeng Indoeuronesia yang cukup aktif.

"Titik tersebut cukup aktif terjadi tumbukan. Namun, lokasinya beda dengan pusat gempa di laut lepas Tasikmalaya," kata Pepen.

Wilayah Jawa Barat merupakan jalur rawan bencana alam gempa bumi. Terakhir, gempa bumi berkekuatan tinggi terjadi pada 9 September 2009 dan mengakibatkan kerusakan di sejumlah daerah di Jawa Barat bagian selatan.
www.tips-fb.com

Puluhan Rumah Di Pinggir Kali Code Terendam Lahar Dingin

Banjir lahar dingin kembali terjadi akibat guyuran hujan deras di kawasan Gunung Merapi dan salah satu alirannya melewati Kali Code sebagaimana terlihat di Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta, Sabtu (19/3/2011) malam. Warga di tepi sungai tersebut dihimbau untuk mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari timbulnya korban jiwa.

Puluhan rumah di pinggir Sungai Code, Yogyakarta, Sabtu (19/3/2011) malam, terendam banjir lahar dingin Merapi. Semua warga yang tinggal di pinggir Sungai Code untuk sementara waktu mengungsi di masjid setempat. Arus air yang sangat deras di sungai yang membelah Kota Yogyakarta tersebut terjadi mulai pukul 18.30 WIB.

Ketinggian air sungai dan aliran sungai semakin malam semakin deras. Hal ini terjadi karena di puncak Gunung Merapi diguyur hujan deras cukup lama. Endapan material letusan Gunung Merapi terbawa oleh air hujan dan memenuhi sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Sungai Code merupakan anak Sungai Boyong yang berhulu di Gunung merapi, sering kali dilanda banjir lahar dingin ketika puncak Gunung Merapi diguyur hujan deras.

Warga masyarakat pinggir Sungai Code selalu mendapatkan informasi dari petugas SAR jika Sungai Boyong banjir lahar dingin. Seperti halnya Sabtu malam, warga sudah mengetahui akan terjadi banjir lahar dingin sehingga warga sudah siap mengungsi. "Di wilayah kami, RW 1 Kotabaru, ada delapan rumah yang terendam banjir lahar dingin malam ini. Mereka telah diungsikan di masjid," jelas Aryanto, Ketua RW, saat ditemui di pinggir Sungai Code ketika memantau banjir lahar dingin.

Guna menghindari kemungkinan banjir lahar dingin semakin besar, maka warga masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Code yang terancam banjir lahar dingin pada malam hari ini tidur di pengungsian, yakni di masjid ataupun mushala setempat.

Sementara itu, para pemuda dan warga berjaga di pinggir sungai untuk memantau banjir lahar dingin. Jika banjir lahar dingin semakin besar, maka akan dilakukan penyelamatan dan evakuasi warga yang terkena banjir lahar dingin. "Kami memantau terus banjir lahar dingin di pinggir sungai sambil mendengarkan alat komunikasi HT yang menginformasikan kondisi puncak Gunung Merapi," ujar Rully, warga Jogoyudan, Yogyakarta, sambil memegang HT.
www.tips-fb.com

Sabtu, 19 Maret 2011

8 Hari Tertimbun Runtuhan Bangunan, Ajaib Masih Selamat


Seorang lelaki ditemukan masih hidup Sabtu (19/3/2011) pagi ini dibawah reruntuhan rumahnya, delapan hari setelah tsunami menerjang bangunan itu, yang membuat pria itu sama sekali tidak mungkin untuk melarikan diri.

Semua harapan untuk menemukan korban yang bertahan hidup semula telah pupus akibat lamanya waktu berlalu dan suhu yang membeku. Pasukan dari departemen pertahanan sipil terkesima mendapati pria muda itu, yang dalam keadaan syok berat dan tak mampu bicara, dalam puing-puing rumah di kota Kesennuma di Prefektur Miyagi yang rusak parah.

Dia tidak tampak menderita luka berat. Namun apa yang dialaminya telah mengakibatkan ia syok berat, kata para pejabat. Pria itu, namanya belum diketahui, tidak mampu bercerita kepada para petugas penyelamatnya apa yang terjadi dan apa yang dialaminya selama delapan hari tersebut.

"Rasanya menakjubkan bahwa kami dapat menemukan seorang korban yang bertahan hidup setelah melewati waktu selama ini," ujar seorang petugas pertahanan sipil.

Mungkin ada beberapa korban lain yang bertahan dapat ditemukan. "Kami berupaya sebaik mungkin mendatangi gedung-gedung yang sulit dijangkau dan setelah penemuan yang memberi harapan hari ini mungkin kami bisa menemukan beberapa korban lain yang masih bertahan."

Televisi Jepang menunjukkan lelaki itu berusia sekitar 20-an, diangkat dengan tandu dari reruntuhan rumahnya. Dia dibawa ke rumah sakit untuk pemulihan akibat syok, hipotermia, kelaparan dan keletihan.
www.tips-fb.com

Selasa, 15 Maret 2011

Koleksi Foto Tsunami Jepang "Neraka Paling Menakutkan di Bumi"

Tak ada yang yang tersisa. Seorang perempuan menyaksikan kerusakan yang terjadi di Minami Sanriku

"HAL yang paling nyata terasa adalah kesunyian yang melingkupi seluruh tempat. Tak ada suara sedikit pun saat kami mendekati kota pantai yang tadinya berjaya ini. Menyusuri kelokan akhir di jalan berbukit sebelum menurun ke Minami Sanriku, tidak ada sesuatu yang dapat membuat Anda tak terkesiap saat melihat kehancuran yang begitu luar biasa. Selama 30 tahun bekerja sebagai jurnalis perang, saya telah meliput lebih dari 20 konflik dan beberapa gempa bumi besar, tetapi saya tak pernah melihat sesuatu yang lebih buruk dari ini."

Begitulah wartawan Alex Thomson dari koran Inggris, The Dailymail, memulai artikelnya tentang bencana gempa yang disusul tsunami yang melanda Jepang, Jumat pekan lalu. Thomson melaporkan, sesaat ia melewati kota-kota dan desa yang sama sekali tak tersentuh oleh bencana, bahkan tiada satu engsel pun yang lepas, dan sesaat kemudian setelah melewati belokan, ia terkesima.

"Pemandangan yang paling mengerikan terbentang di bawah menuju laut hingga sekitar empat mil. Seluruh kota yang berpenghuni sekitar 17.000 jiwa menghilang tanpa bekas. Sekitar 95 persen gedung-gedung yang ada tidak hanya rusak, melainkan juga sudah berupa serpihan-serpihan kayu, reruntuhan beton, dan potongan besi. Semua ini dihiasi dengan berbagai pajangan mengerikan dari detail-detail kehidupan yang telah hilang: seorang wanita tersenyum dari foto pernikahannya, sebuah gitar patah terbengkalai di antara sampah. Saya melihat sebuah boneka rusak dan halaman-halaman dari buku latihan sekolah seorang anak," tulis Thomson dalam artikelnya yang diterbitkan Senin (14/3/2011)

Polisi berupaya mencegah dia untuk menyusuri lebih lanjut, tetapi dia keluar dari kendaraan dan terus berjalan. "Yang dapat saya lihat sepanjang jalan hanyalah sebuah kota yang telah rata dengan tanah. Sebuah truk terangkat oleh kekuatan air. Empat buah mobil saling bertabrakan sementara atap sebuah rumah tergeletak di atasnya. Rumah-rumah hancur menjadi sebesar batangan korek api dan serpihan kayu. Di sebuah jalan menuju sekolah saya melihat empat-lima mobil terayun-ayun di ujung sebuah bukit. Pemandangan ini mengingatkan pada foto-foto yang diambil setelah ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia Kedua. Struktur beton bangunan memang bertahan, tapi selebihnya hilang."

Thomson datang ke lokasi itu hari Minggu siang, dua hari setelah bencana. "Hari ini semestinya menjadi waktu makan siang di hari Minggu, dengan para pengunjung dan orang lokal menikmati indahnya pantai dan area hutan di sekitarnya. Namun hanya ada sejumlah kecil manusia diseluruh area yang telah rata dengan tanah, dalam diam mencari korban atau kembali mencari sisa-sisa yang tertinggal dari rumah mereka, menemukan kembali harta benda yang tak sempat diselamatkan. Tak ada tangisan, histeria maupun kemarahan. Sudah menjadi sifat orang Jepang untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan dalam diam dan penuh martabat. Gelombang pasang telah berakhir, tetapi sungai yang melalui kota meluap ke seluruh tempat karena desakan tsunami sudah mengubah ambang sungainya. Terdapat kolam-kolam air laut dan lumpur dimana-mana."

Thomson memerhatikan para penyelamat dengan lembut mengangkat tubuh yang tewas, membungkusnya dengan selimut dekil -satu-satunya yang mereka miliki, cinta, penghormatan dan adat saat orang-orang ini membungkus saudaranya yang tewas- orang-orang yang mereka kenal - barangkali justru lebih menyentuh ketimbang tangis yang pecah. Tubuh-tubuh itu akan dibawa ke atas bukit dan dibaringkan di sebuah sekolah di kota itu dan bergabung dengan yang lain di gimnasium sekolah yang difungsikan sebagai kamar mayat. Sepuluh ribu orang dipercaya telah hilang karena belum ada cara untuk mengetahui apakah mereka telah meninggal atau berhasil melarikan diri saat tsunami menerjang.

Di sekolah Thomson berjumpa dengan Yuchida Takuma, seorang pemilik restoran di kota itu. Dia membantu di kamar mayat, dengan sabar mengikat setiap kantong mayat biru dari polythene yang berjajar dalam barisan. "Saya beruntung masih hidup," kata Takuma kepada Thomson. "Kami mendengar suara sirene - peringatan tsunami - dan melaju ke atas bukit, ke sekolah, ke lokasi yang lebih tinggi. Sirene itu menyelamatkan hidup saya."

Thomson bertanya, apa yang tersisa dari restorannya di kota di bawah. "Oh," kata Takuma, ia berusah untuk tersenyum. "Tidak ada yang tersisa sama sekali. Semua ludes, tersapu sama seperti yang lainnya."

Di luar di lapangan baseball perguruan tinggi, sebuah helikopter militer Jepang mendarat untuk membongkar suplai makanan dan selimut yang sangat dibutuhkan, saat malam suhu di sini mendekati nol.

Di seberang jalan di bagian penerimaan tamu perguruan tinggi, Thomson bertemu guru bahasa Inggris, Shinji Saki. "Saya melihat semuanya," kata Saki. "Semuanya. Pertama ada gempa, guncangan. Lalu sirene peringatan akan ada tsunami. Saya sudah di sini, mengajar, di atas bukit. Namun dalam beberapa menit Anda mendengar suara gemuruh dan kemudian semuanya dimulai. Kami melihat seluruh kota kami hanyut. Kota itu tidak ada lagi. "

Thomson memandang Saki, bertanya-tanya bagaimana rasanya berkumpul di atas bukit pada hari Jumat itu dan memperhatikan teman, keluarga, dan rekan mereka disapu habis di depan mata mereka. "Ada sekitar 7.000 orang kami di atas bukit pada hari itu," kata Saki. "Mungkin beberapa ribu di sekolah di seberang bukit. Tetapi ada 17.000 orang di kota ini. Semua yang lain sudah hilang." Dia lalu mengangkat bahu. "Siapa yang tahu jika ada delapan atau sepuluh ribu orang masih hilang di sini. Saya hanya tidak bisa memahaminya."

Thomson dan Saki sedang berjalan kaki ketika Saki membeberkan horor yang dia saksikan pada hari Jumat itu. "Anda lihat orang ini. Saya melihat dia mengapung di air, duduk di atap rumahnya saat atap itu melayang. Saya melihatnya. Saya menatapnya dan tidak ada sama sekali yang bisa saya lakukan."
www.tips-fb.com

Minggu, 13 Maret 2011

Inilah Daftar Nama WNI yang Selamat dari Bencana Tsunami Jepang


Kementerian Luar Negeri RI merilis sebagian nama warga negara Indonesia yang selamat dari tsunami yang melanda bagian utara Negeri Sakura tersebut. Saat ini mereka tersebar di berbagai tempat pengungsian di jepang.

Laporan dari Persatuan Pelajar di Ibaraki, sebagaimana dilansir Kemlu RI, ada puluhan pelajar Universitas Tsukuba yang selamat. Rata-rata mereka mengungsi di Kampus Kasuga. Mereka adalah:
1. Ikono
2. Nur hasanah
3. Winny
|4. Muliasari
5. Ekawati
6. Cendra
7. Sidiq hidayat dan keluarga
8. Noladhi
9. Thia juwita
10. Bu dini dan keluarga
11. Yudi setiawan dan keluarga
12. Kadapi (sedang menuju Narita)
13. Desti
14. Nizam

Sementara itu, para pelajar yang menempuh pendidikan di Universitas Ibaraki mengungsi di rumah Liyantono. Mereka adalah:
1. Liyantono dan keluarga
2. Krissandi dan keluarga
3. Rida
4. Ratih
5. Cahyo di Mito

Selain itu, para WNI juga mengungsi di sekolah-sekolah dan masjid di Jepang. Berikut ini daftar yang berhasil dihimpun KBRI di Jepang.

SMP Sanjo
3-1 Sanjomachi,
Aoba-ku,
Sendai-shi
Kode Pos 981-0935
Telp. 022-234-4384

Kontak person:
Fatwa Ramdani 080-3337-5369
fatwaramdani@gmail.com

1. Fatwa Ramdani dan istri
2. Dian Syahfitra
3. William Widjaja
4. Asep Ridwan
5. Ahmad Ridwan dan istri
6. Uyi Sulaeman dan keluarga
7. Zahrul Fuadi dan keluarga
8. Alimansyar dan keluarga
9. Deni dan istri
10. Sri Maldia
11. Ajeng

Masjid Sendai
7-7-24 Hachiman,
Aoba-ku,
Sendai-shi Kode Pos 980-0871
Peta lokasi bisa diakses dari sini (klik access):
http://www.iccsendai.org/en/index.htm

1. Pak Hariyadi dan putra
2. Adam Badra Cahaya
3. Diptarama
4. Feranisa Prawita Raras
5. Rokhima Rostiani
6. Vera Yulianti Malik

SD Kunimi
2-16-1 Kunimi,
Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 981-0943
Telp. 022-234-6383
Website : http://www.sendai-c.ed.jp/~kunimida/

1. Mukti Ali dan keluarga
2. Atas Pracoyo dan keluarga
3. Eko Pradjoko
4. Bambang Winarta
5. Mohammad Farid
6. M. Bagus Adityawarman
7. Widyaningtyas

SD Tatemachi
8-1 Tatemachi,
Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 980-0822
Telp. 022-222-4078
Peta lokasi: http://www.sendai-c.ed.jp/~tatimati/map.html

1. Jimmie Hadi
2. Fajar Mega Pratama
3. Hamzah Fauzi
4. Ryan

SD Kimachi
1-7-36 Kimachidori,
Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 980-0801
Telp. 022-223-3480

1. Adrian Wahyu Agusta dan istri

Kashiwagi Shimin Senta
3-3-1 Kashiwagi, Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 981-0933
Telp. 022-233-8066
Peta lokasi : http://www.stks.city.sendai.jp/hito/WebPages/sisetu/simin/sisetu/aoba02.html

1. Puspo Edi Giriwono dan keluarga

Selain itu, ada pula puluhan WNI di Sendai yang telah berhasil dihubungi, namun tidak diketahui persis keberadaannya. Mereka adalah:

1. M. Haris Mahyuddin (mengungsi di aula sekolah)
2. Irma Safitri (terakhir turun dari Aobayama dengan mobil bersama Fatwa, lalu turun di Kawauchi)
3. Edward Rahadian (di Ecollab)
4. Alfirano (di asrama mahasiswa Jepang)
5. Aldina (mengungsi bersama teman laboratorium)
6. Antonius Pujo dan istri (bermalam di mobil)
7. Anindya Wirasatria dan keluarga
8. Nuhansyah Sulaeman dan keluarga
9. Hendri Issac Salim dan keluarga
10. Abdul Muhari dan keluarga
11. Freddy Tan dan keluarga
12. Tri dan keluarga
13. Sabaruddin Rahman
14. Ahmad Zufri
15. Arif Wicaksono
16. Yuliati Herbati
17. Titi Anggono
18. Febriani Sihombing
19. Sudirman
20. Edo
21. Intan
22. Lies
23. Amelia
24. Tini

Warga Indonesia di Sendai yang sedang berada di luar negeri/pulang:
1. Alfian Amrizal
2. Yeni Muriani
3. Martin Sirait
4. Ardiansyah Michwan
5. Aunuddin Syabba Vioktalamo
6. Tiar
7. Emmy Indah Priyanti.

Kemlu mengatakan, bagi WNI yang memerlukan atau memiliki informasi terkait kerabat yang terkena dampak gempa dampat menghubungi (+81) 90-3132-4994 atau (+81) 90-8742 6346, atau dapat melalui SMS ke nomor +81 803 506 8612.

KBRI juga dikatakan secara rutin melakukan update kondisi terkini di Jepang melalui akun Twitter @KBRITokyo, Facebook = KBRI TOKYO, dan website KBRI Tokyo di http://www2.indonesianembassy.jp/.
www.tips-fb.com

Free Download Film Panas

 
Pantau Jalur Mudik Lebaran paling Update di sini